Judul bisa sangat menipu. Bukankah selama ini kita sering dengar banyak orang yang tercekik oleh tagihan kartu kreditnya ?

Ada yang sampai tercekik karena memiliki 10 kartu kredit dan semuanya sudah jatuh tempo, di kejar-kejar debt kolektor, malu sama teman-teman sekantor atau tetangga karena sering ditagih, dan lain-lain.

Benar banyak kisah-kisah orang tercekik karena pemakaian kartu kredit yang salah, namun disisi lain banyak orang yang tadinya gak punya apa-apa malah menjadi kaya karena memiliki kartu kredit.

Orang yang yang tercekik biasanya adalah orang yang memakai kartu kredit untuk keperluan konsumtif semata dan asal gesek! Sementara orang yang sukses dengan kartu kredit karena memakainya dengan bijak !!

Ini sepenggal cerita nyata dari penggunaan kartu kredit yang positip:
Suatu hari si A, ketika masih jadi karyawan memulai usahanya, mulai dari kecil-kecilan. Alkisah usaha si A mulai lumayan maju, tapi ia kekurangan modal. Mau pinjam ke Bank, belum tahu cara dan permainannya dan gak ada agunan. Mau pinjam ke kawan, kawan-kawannya kebetulan pada bokek juga (saya nggak lho… modal saya sebagian saya pinjam dari teman yang tentunya dengan imbalan profit tertentu seringkali sama atau sedikit lebih rendah daripada kartu kredit).

Akhirnya ia datang ke seorang yang dianggapnya pintar bisnis, dan ia di sarankan untuk buat kartu kredit, memanfaatkan jabatannya sebagai karyawan, memakai slip gajinya.

“Berapa saya harus buat kartu kredit pak?” Tanyanya

“Buat saja sekalian di 10 bank, jangan tanggung-tanggung”

Kemudian ia melakukan apa yang di ajarkan guru bisnisnya. Singkat cerita akhirnya setelah kurang lebih satu bulan ia keluar masuk bank ia memiliki 10 kartu kredit dan ia mendatangi guru bisnisnya

“Pak, saya sekarang sudah memiliki 10 kartu kredit, sekarang harus di apakan?”

“Begini”, kata guru bisnis itu.

“Sekarang kamu perlu berapa juta untuk modal usahamu?”

“15 juta saja pak”

“Oke, gini.Sekarang dari setiap kartu kreditmu itu, kamu tarik tunai setiap hari masing-masing 2 juta untuk 8 kartu kredit saja, lalu yang 2 jangan kamu pakai dulu….Jadi kamu akan mendapat sekitar 16 juta, 2 juta perkartu kredit di kali 8 kartu kredit, oke……dan sekali lagi yang 2 dari kartu kreditmu jangan ditarik, untuk membayar nanti jika masing-masing kartu kredit tersebut jatuh tempo!”

“Lalu kamu bisa pakai uang tersebut sebagai modal usahamu…”

“Nanti kalau kartu kredit mu yang pertama akan jatuh tempo, kamu tarik tunai salah satu kartu kreditmu yang tidak dipakai - yaitu yang 2 buah, ambil 2 juta atau secukupnya untuk membayar kartu kredit pertamamu yang akan jatuh tempo, sehingga kamu tidak keluar uang dari kantongmu…demikian seterusnya…kartu kredit yang telah kamu bayar, besoknya juga kamu bisa kamu tarik tunai lagi…….”

“Semoga kamu segera sukses” Kata guru bisnisnya

Si A melakukan yang di ajarkan guru bisnisnya …

Singkat cerita si A sukses dan sekarang memiliki toko di beberapa tempat.

Bekerja samalah dengan merchant!
Kartu kredit bisa digunakan untuk menarik tunai di atm-atm, namun terbatas nilai penarikannya, paling banyak 60% dari kredit limit anda, belum lagi bank-bank tertentu hanya membatasi jumlah yang kecil yang bisa kita tarik tunai dalam atm, dan ada biaya yang cukup besar lagi, misalnya setiap kali menarik di atm anda di kenai biaya 50.000 dan juga bunga penarikan tunai di bank-bank tertentu lebih besar dari pada bunga pembelanjaan.

Oleh sebab itu alangkah baiknya jika anda bisa bekerja sama dengan merchant-merchant.
Merchant adalah toko-toko atau tempat-tempat yang menerima pembayaran dengan kartu kredit.
Tanyakan kepada ownernya, Apakah bisa tarik tunai?
Biasanya sih bisa, dan memberi tahu potongannya, anda tawar saja.

Lebih baik lagi kalau owner merchantnya kawan anda sendiri, bisa tanpa potongan.

Kalau di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, banyak yang mengiklankan tarik tunai dengan bunga dari 2 sampai 5 persen, rata-rata 3 persen (lihat saja iklan-iklan tersebut seperti di Koran post kota, dan lain-lain.

Ada juga yang dengan teknik membeli emas lalu jual lagi, biasanya potongannya malah lebih besar, jadi cari merchant saja, nego potongannya/cashnya

Oh ya... Anda pernah baca buku "Menjadi Karyawan Beromset Miliaran"?. Nah disitu penulis tsb yaitu Masbukhin juga pakai kredit card buat beli kios.

Cara-cara di atas memang agak ekstrim atau bisa dikatakan gila tetapi masih masuk akal. Cara ini meskipun tidak 100% pernah saya gunakan juga pada waktu kekurangan modal. Dan ternyata nggak ada masalah.

Nah yang penting ketiadaan modal sudah terpecahkan. Tinggal Anda yang menjalankan usahanya harus hati-hati dan tetap harus diingat bahwa sisa profit yang diperoleh setelah dikurangi bunga kartu kredit masih cukup. Yang harus diingat juga cara di atas hanyalah permulaan saja selanjutnya pada kredit bank
karena bunganya lebih ringan.

Semoga bermanfaat

Salam,
Yoyok
De Limabelas Furniture
(http://yoyoksd.blogspot.com)

Kalau ada orang menjadi kaya setelah bersusah-payah membangun bisnis bertahun-tahun, itu hal biasa. Tetapi jika mendengar anak muda berkantong tebal dengan cara mudah, jelas menarik untuk ditelusuri.

Cosa Aranda jutawan. Nyaris tak ada yang tahu. Hanya mereka yang rajin keluar masuk situs milik Cosa, panggilannya, yang paham betul. bahkan teman kuliahnya baru bulan lau tahu bahwa orang inilah yang sering dibicarakan di Google AdSense dan Adwords.

Memiliki Penghasilan dari iklan yang masuk di situs milik Google ini awalnya memang mimpi bercampur coba-coba. "Jika ada yang mengatakan berbisnis iklan di Internet mudah menghasilkan uang, itu bohong", Kata lelaki 25 tahun ini saat ditemui di rumahnya di Surabaya, Rabu (1/8) Berbeda dengan banyak orang yang menganggap bisnis seperti ini bisa dilakukan sambil lalu dengan hasil tak terbatas, COsa justru menganggap pekerjaan ini berat. Sangat berat.

Ketika pertama kali membuat situs yang berawal dari blog pribadi, dia harus jungkir balik menghabiskan waktu 8-10 jam sehari. Selama itu dia tidak keluar kamar. Dan ini terjadi pada bulan-bulan pertama saat membangun www.cosaaranda.com April 2005.

Percobaan demi percobaan dilakukan dengan telaten. Kesulitan utama yang dialami mahasiswa semester akhir jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatikan dan Teknik Komputer (Stikom) surabaya ini adalah melakukan promosi. Karena niat awalnya belajar dan mencoba, Cosa memilih cara gratis lewat search engine. setelah itu, menunggu "dan berdo'a", kelakarnya.

Penantian itu tak sia-sia. Tiga minggu setelah diluncurkan, ada juga iklan yang datang. semakin banyak pengunjung yang datang ke situsnya, makin besar kemungkinan iklan di klik. Jika pengguna melakukan transaksi, maka publisher, pemilik situs yang sudah bergabung dengan Google Adsense dan surah pula memasang iklan AdSense di situs mereka, mendapat fee. biasanya 20 persen dari harga iklan.

"Bulan pertama saya mendapat 1 dollar AS. wah.. senang sekali. Ternyata laku juga", kata sulung dari dua bersaudara yang terkesan berhati-hati ketika berbincang.

Satu dolar AS inilah yang memacu Cosa memoles situsnya. Tidak dengan tampilan artistik tetapi dengan isi yang paling dibutuhkan orang. Dia meng up date data setiap hari. Dengan demikian setiap hari pula orang berkunjung karena membutuhkan informasi terkini dan penting.

Sekarang situs ini dikunjungi 800-1.000 pengguna setia hari. Ini membuat perolehan Cosa dimungkinkan makin besar. Ledakan penghasilannya baru di dapat tiga bulan setelah menunggu dan berdoa. Jika Oktober 2005 penghasilannya Rp. 1 dolar AS, akhir juli 2007 dia mendapat kiriman cek 5.000 dolar AS atau lebih dari Rp. 45 juta. Ini baru perolehan lewat Google Adsense. Padahal dia juga memiliki jalur lain, Adwords. Jika semua ditotal, Juli Kemarin Cosa mendapat lebih Rp. 90 juta.

Cosa memang kaya, tetapi belajar dari buku Seven Years To Seven Figures karangan Michael Masterson, kaya menurut Cosa adalah kondisi saat segala kebutuhan terpenuhi, baik yang bersifat sekunder maupun darurat atau mendadak. "Saya tabung uangnya. Saya ingin punya rumah sendiri", kata lelaki yang mengaku belum punya kekasih ini.

Putra pasangan Drs. Toto, Soedjianto dan Ir. Yustisia Martani ini ingin menjadi full time blogger. Awalnya keluarga dari Jawa Tengah ini tak sadar jika Cosa punya bisnis di kamarnya. Yang mereka tahu anak mereka 'gila' internet. Baru setelah ada kiriman cek, mereka paham.

Tetapi sambil bergurau Cosa mengaku tak tahu harus mengatakan apa pada calon mertua bila ditanya pekerjaan. "Pokoknya saya jawab kerja di Internet. Mudah-mudahan bisa mengerti", katanya sambil tertawa ngakak. Karena semuanya sudah tertata, sekarang Cosa hanya butuh dua jam untuk up date dan setelah itu waktu luangnya diisi dengan jalan-jalan ke mal dan membaca. Jangan salah, bukan buku komputer atau teknologi yang jadi favoritnya melainkan komik. Tahun ini atas desakan para kerabat di situsnya, akhirnya Cosa membuat workshop di warnet. Tiga kali workshop dilakukan di Surabaya. Pesertanya tak lebih dari 30 orang.

"Saya lebih suka kelas kecil karena semua pertanyaan bisa dijawab dan langsung praktik", tutur pelahap film apa saja ini yang tidak memungut biaya kecuali untuk membayar pemakaian internet di warnet.

"Di Jogjakarta banyak publisher yang penghasilannya lebih hebat. Saya belum apa-apa. Tetapi kalau ada yang mau mengikuti cara ini, ayo sama-sama belajar", tuturnya.

Sumber:

Sahabat kampus

Harian Surya 2 Agustus 2007

Sebagian besar, kalau tidak semua, kisah sukses para wirausahawan selalu dimulai dari kata “coba-coba”. Bedanya, “coba-coba” yang ini dilandasi dengan intuisi yang bagus, kepekaan melihat peluang dan visi ke depan yang jauh. Dan, semua itu ada pada diri Tonton Taufik ketika memutuskan untuk berbisnis lewat internet. Terbilang nekad mengingat ia tak memiliki latar belakang pendidikan formal bidang IT, melainkan Teknik Sipil (Unpar, Bandung). Namun, setidaknya kenekatan itu masih didukung dengan gelar MBA yang diperolehnya dari ITB. Sedangkan inspirasinya datang dari CNN.

“Waktu itu lihat iklan di CNN yang mengatakan 85% buyer datang dari search engine,” kenang Tonton ketika ditemui Niriah.com di sela kesibukannya menjadi pembicara seminar Internet Marketing yang diselenggarakan oleh Hewlett-Packard di Blitz, Grand Indonesia, Jakarta, 28-29 Nopember 2007.

Dengan modal awal kira-kira Rp 5 juta, di bawah bendera Rattandland Furniture, ia membeli domain, membuat website dan menawarkan produk meubel dari rotan untuk pasar luar negeri. Waktu itu menjelang penghujung 1999 dan, ia memulainya “…benar-benar mulai dari nol, sebelumnya saya nganggur dan susah nyari kerja,” ujar pengusaha kelahiran Bandung (14 Agustus 1974) yang kini menetap dan menjalankan bisnisnya di Cirebon itu. Kendati demikian, usaha bisnis rotan bukanlah sesuatu yang sama sekali asing baginya; ia pernah menjadi perantara jasa finishing meubel rotan.

Dari website itulah, Tonton mendapatkan buyer satu demi satu, hingga sekarang telah berjumlah 72 perusahaan dari berbagai negara yang membeli produknya. Meskipun sukses itu tak serta-merta, namun boleh dibilang juga bahwa ia tak banyak mengeluarkan keringat untuk apa yang dicapainya sekarang. Semuanya dikerjakan oleh teknologi. Kuncinya, “Website dibikin dengan benar sedemikian rupa sehingga berada di peringkat atas dalam situs-situs search engine,” ungkap suami dari seorang dokter gigi dan ayah dari dua orang putera masing-masing berusia 4 dan 2,5 tahun itu.

Tonton terus memperbaiki websitenya seiring dengan perkembangan perusahaannya yang sebelumnya berbentuk CV menjadi PT pada 2003 karena domain rattanland juga berubah menjadi dotcom. Kini Tonton telah memiliki sejumlah website lain untuk mewadahi bisnisnya yang terus tumbuh, yakni tradeworld.com, theteak.com dan woodfurniture.net. “Perkembangannya termasuk cepat dan saya tidak membayangkan akan sesukses ini,” tutur dia seraya menyebut bahwa saat ini omset usahanya lebih dari Rp 1 miliar per bulan. Banyak orang mengirim email kepadanya, menanyakan rahasia suksesnya berbisnis lewat internet dan dia pertama kali selalu menekankan untuk membuat website dengan benar agar tertangkap oleh mesin pencari seperti Google.

http://niriah.com/sosok/2id805.html

Anne Ahira dan kisah suksesnya di bisnis internet marketing sangat jarang di bahas, atau mungkin juga banyak orang tidak tau kalau Anne Ahira itu seorang yang bisa dibilang sudah sangat sukses di dunia internet marketing, khususnya di indonesia di tanah kelahiranya. banyak sekali orang yang belum tau siapa Ahira dan bagaimana kisah suksesnya di bisnis internet marketing.

Saya sebenarnya juga baru kenal Ahira semenjak sekitar tahun 2006, banyak sih orang yang bilang dan menyudutkan Ahira tanpa mengetahui secara langsung masalahnya, padahal kan sangat disayangkan, karena itu termasuk perbuatan yang tidak terpuji dan itu sudah tergolong memfitnah orang dan sudah termasuk perbuatan dosa.

Saya kenal Anne Ahira melalui internet juga kalau tidak salah, agak lupa sih waktu itu, awal kenal dengan Ahira, tapi yang jelas, setelah saya mengikuti bisnisnya saya pun jadi kagum sama dia, seorang yang masih sangat muda dan cukup tomboy juga, punya bisnis yang sangat hebat, bagaimana saya memulai benar-benar merasakan nikmatnya bisnis internet marketing waktu itu, gara-gara ahira memberikan update terbaru tentang bisnis ini.

Waktu itu dia di tantang oleh wartawan untuk menghasilkan 100$ dengan domain baru dalam waktu sebulan, tapi Anne Ahira malah mampu menghasilkan sampai 2000$ dalam waktu sebulan, dari sanalah saya mengenal dan ikut serta di bisnis domain parkir yang saat ini cukup menjanjikan, terima kasih banyak bang Edy dan terima kasih juga Anne Ahira

Anne Ahira, atau yang biasa dipanggil Ahira adalah seorang internet marketer kelas dunia.

Keberhasilannya dalam dunia internet memang luar biasa. Bagaimana tidak, ketika internet digandrungi orang-orang, justru Ahira sendiri tidak mengenal internet bahkan ia sendiri tidak tahu untuk apa email tersebut?.

Namun berkat keingintahuan dan ketekunan, Anne Ahira dapat melihat celah penghasilan yang besar dari dunia internet, ia akhirnya memutuskan untuk menjadi internet marketer.

Sejak saat itu ia berhasil menjadi marketer dunia dalam waktu dua tahun saja. Sekarang ia mampu meraih ribuan US$/ bulan dari internet.

***

Latar Belakang

Anne Ahira Dewi, kelahiran 28 November 1979 adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan H.Sobur Sodikin dan Hj Aas Asiah.

Banyak orang-orang yang menganggap Anne Ahira adalah keturunan Jepang. Tapi sebenarnya Ahira sendiri asli orang kampung, berasal dari kampung Bojong Sereh-Patal Banjaran Kabupaten Bandung.

Ahira sendiri berarti akhir. Ibunya ingin Anne menjadi anak yang terakhir karena ibunya merasa ‘kapok’ punya anak lagi, setelah mengandung Anne selama 12 bulan.

Sebelum mengenal internet marketing, Anne Ahira pernah mengajar paruh waktu dari sejak kuliah tingkat satu. Setelah tingkat dua, ia sering dikontrak oleh perusahaan-perusahaan tekstil untuk mengajar bahasa Indonesia untuk pegawai asing mereka, seperti Pan Asia Textile, KTSM, Kukje-Adetex, Korin, Hanil Global Textile Industry, dan banyak lagi perusahaan lainnya . Ia juga mengajar di International School, ia mengajar matematika, science, drawings, juga bahasa Inggris untuk orang Indonesia. Setiap mengajar, saat itu ia dibayar antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per jam. Setiap bulan ia bisa menghasilkan 1.000 dollar AS. Tapi sebelum mengajar, ia juga pernah bekerja secara sampingan, menjadi cleaning service, bahkan pernah menjual buku cerita untuk anak. waktu itu ia berjalan kaki keliling dari rumah ke rumah. Sampai akhirnya datang ke satu rumah, dan seorang ibu menawarkan daripada jalan-jalan siang kepanasan dan keliling, mending mengajar anaknya bahasa Inggris. Sejak itu Anne Ahira menjadi guru.

Ahira sebenarnya tidak pernah menyangka jika akhirnya ia menekuni internet marketing. Maklum, latar belakang pendidikannya sebagai lulusan cum laude Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari Bandung, sangat jauh berbeda dengan internet marketing. Ia pun belajar internet marketing secara otodidak!

Memulai Bisnis Online
Ketertarikan Anne Ahira dengan dunia internet berawal dari cerita pada saat makan siang dengan keluarganya di akhir tahun 2001. Ketika itu, kakak iparnya bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang mendapatkan ribuan US$ dari internet.

Mulai saat itu, Anne Ahira bertekad akan menghasilkan ribuan US$ dari internet.
Besoknya Anne Ahira mulai mendatangi warung internet. Ia ingin mengetahui bagaimana cara menghasilkan uang melalui internet, namun yang didapat hanyalah cemoohan karena dianggap sedang bermimpi.
Karena sama sekali tidak tahu internet, ia meminta temannya, Didi Ahdiat, salah seorang penjaga warnet untuk mengajarkan bagaimana cara membuat email di hotmail & browsing.

Hari-hari berikutnya Anne Ahira keranjingan mendatangi
warnet. Hampir setiap hari, begitu selesai mengajar sekitar pukul 10 malam ia bergegas kembali ke warnet.
Kebiasaan ini berjalan 7 bulan. Tak jarang, ia baru pulang ke rumah pukul tiga pagi.

Karena kebiasaannya yang ketika itu dianggap aneh, tak jarang ia menerima cemoohan. Terutama dari keluarga dan teman dekatnya. Mereka beranggapan, apa yang dilakukan Anne hanya menghambur- hamburkan waktu dan uang. Ia juga dianggap sebagai pemimpi yang ingin meraih keuntungan dari internet.

Rata-rata setiap bulan Anne Ahira menghabiskan 4-6 juta untuk beli buku & software mengenai internet marketing.

Belum lagi ia meninggalkan profesinya dari mengajar bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang penghasilannya bisa mencapai 12-17 juta per bulan. Bahkan, tabungannya nyaris habis. Sampai-sampai ia terpaksa menjual mobil kesayangannya.

Karenanya, orang tua Ahira sampai tidak mau berbicara hingga berbulan-bulan gara-gara melihat Ahira menghambur-hamburkan uang.

Upaya yang dilakukan Anne Ahira berbulan-bulan tidak membuahkan hasil, justru yang dilakukannya hanya menghabiskan uang. Baru ketika memasuki bulan ke-8, ia mendapatkan check pertamanya senilai US$ 8. Secara bertahap, penghasilannya meningkat menjadi ratusan US$ bahkan sekarang mencapai ribuan US$.

Prestasi
Anne Ahira adalah salah satu pengarang buku “30 Days To Internet Marketing Success”. Buku ini ditulis oleh 60 orang pengarang yang merupakan internet marketer pilihan dari berbagai belahan dunia. Buku ini terkenal sebagai buku internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003, karena dalam waktu kurang dari 4 bulan omzet penjualannya mencapai lebih dari 340.000 US$.

Ahira juga pernah diwawancara oleh Advance Vision Marketing America mengenai “Internet Marketing Prophecies”. Perusahaan ini hanya memilih delapan
orang internet marketer terbaik dari seluruh dunia.
Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Pasifik dan satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. Hasil wawancara ini kemudian dijual “Advance Vision Marketing America” seharga 97 US$ per copy.

Anne Ahira berhasil membuat “Affiliate Newsletter” yang berisi tips-tips strategi internet marketing dan dibaca oleh ribuan internet marketer di 124 negara. Dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing yang tersebar di 120 negara. Pada tahun 2004, Anne Ahira terpilih menjadi “12 World’s Super Affiliate”.

Selain itu, Ahira adalah pendiri Elite Team International. Kurang dari empat bulan, anggotanya telah menyebar ke lima benua. Ahira menjadi otak strategi marketing bagi 1.000 anggota Elite Team yang kini tersebar di 84 negara. ( Sekarang Anne Ahira tidak lagi menjadi Elite Team International, Ia memfokuskan pengajaran internet marketing di Asian Brain IMC )

Sedangkan di dalam negeri, Ahira terpilih sebagai finalis “Young Marketer Award 2005″ (Hermawan Kertajaya Award) dan salah satu penerima penghargaan “Kartini 2005″ dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan Indonesia.

Sekarang, Anne Ahira sebagai Chief Executif Officer (CEO) Asian Brain IMC aktif mengadakan seminar- seminar internet marketing di berbagai tempat di Indonesia.

Anne Ahira, sewaktu masih kecil sering membantu ibunya berjualan pisang. Ahira selalu bilang, kalau Anne tidak jualan pisang, maka tidak akan bisa melanjutkan sekolah. Apalagi ayah Anne Ahira hanya seorang pegawai tekstil biasa. Mungkin karena waktu itu Anne Ahira masih kecil, ya cuek saja. Tapi tetap saja secara psikologis, batinnya menangis.

“Ya Tuhan, aku mau jadi apa dalam 10 sampai 15 tahun ke depan ? Anne tidak mau jualan pisang seperti ini lho. Ahira tidak mau jualan es terus seperti sekarang ini. Capek deh. Anne mau peker­jaan yang bisa duduk diam di rumah dengan kelu­arga tapi juga bisa menghasilkan uang tentunya.” Dan, setiap keinginan yang muncul dalam benak Ahira selalu dia tulis.

Tiap kali Ahira sampaikan ke mamanya, selalu saja dianggap terlalu banyak bermimpi. Apalagi kondisi keluarga Anne Ahira yang serba pas-pasan. Anne masih ingat betul kalau pernah menulis keinginannya untuk keliling dunia. Catatan itu Anne baca mulai dari SMA, kuliah hingga pada saat be­kerja.

Mungkin karena visualisasi yang seperti itu, Anne Ahira jadi memotivasi diri terus-menerus. Dan kemungkinan juga dengan proses dan cita-cita seperti itu, akhirnya diberi jalan oleh Tuhan. Rejeki Anne datang dari mana-mana. Dari seorang anak tukang gado­-gado akhirnya bisa melakukan perjalanan keliling dunia.

Anne Ahira muda yang tergolong belia cerdas itu belajar internet marketing secara otodidak tanpa bimbingan siapa pun. Ya, mamang Anne adalah seorang sanguinis yang tergolong ulet. Anne Ahira di saat kuliahnya sekitar tahun 2001 sudah menunjukkan bakat yang luar biasa. Ahira sudah bisa memperkirakan bahwa dunia internet marketing di masa mendatang akan sangat prospektif.

Hanya bermodalkan kemampuan bahasa Inggris yang lumayan bagus dan dibarengi dengan keuletan, Ahira muda berhasil meletakkan  pondasi bisnisnya di bidang internet marketing khususnya program affiliate.

Pada awal belajarnya, Ahira tidak mempunyai komputer. Jadi Anne harus menggunakan jasa warnet untuk memasuki dunia maya. Ahira mengaku cukup membuat repot pemilik warnet dan para pengguna wamet di dekatnya. Sebab, kerap kali Ahira bertanya mengenai hal-hal dasar pengetahuan internet. Maklum, waktu itu Anne sama sekali baru dalam hal intemet.

Untuk menjadi seperti sekarang ini, memang tidak bisa tidak membutuhkan uang. Untuk masalah yang satu ini, Ahira menggunakan penghasilannya dari bekerja serabutan. Mulai dari menjadi seorang guru pengajar bahasa Inggris, les privat dan mengajar menggambar dia lakoni. Menurut pengakuannya, Anne Ahira juga menjual buku cerita anak dan bahkan pernah berkerja sebagai cleaning service.

Tanggal 21 April 2006, pemerintah Indonesia menganugrahkan penghargaan Kartini untuk Anne Ahira. Acara penganugerahannya di lakukan di kawasan Ancol Jakarta Utara. Penghargaan tersebut dianugrahkan kepada Ahira atas prestasinya dan jasanya dalam mengemabangkan profesi intemet marketing di Indonesia bahkan di tingkat internasional.

Internet marketing untuk masyarakat Indonesia memang masih relatif baru. Tetapi Anne Ahira yakin banyak orang Indonesia yang menekuni profesi ini, bahkan sebelum Anne terjun ke profesi ini. Tapi umumnya target pasarnya hanya bersifat lokal.

Dunia intemet itu sama dengan di dunia riil, sama dengan di off line. Ada komunitas-komunitas di dalamnya. Ada yang berprofesi sebagai guru, pedagang, dokter, jurnalis. Nah, di internet marketing juga begitu. Di dalamnya ada kumpulan orang-orang yang suka chating, ada yang suka musik, ada juga penjual seperti saya Anne Ahira.

Yang dijalankan oleh Anne Ahira selama ini adalah afiliate marketing dan network marketing. Pada dasamya keduanya sama, yaitu sama-sama menjual. Hanya, dalam sistem pembayarannya, keduanya bisa berbeda. Pada afiliate marketing, sekali jual, putus. Misalnya kita mau menjual majalah dengan harga modal Rp 13.000. Kemudian kita jual dengan harga Rp 15.000. Berarti kita dapat untung sebesar Rp 2.000. Kalau kita ingin punya penghasilan Rp 200.000, kita harus menjual sebanyak 100 majalah. Jadi begitu, sekali jual putus.

Demikian pula halnya dengan menjual produk lain. Apa saja yang penting modelnya seperti itu. Kalau di internet itu namanya afiliate marketing. Yang seperti ini biasa juga disebut sebagai reseller, atau associated program.

Sumber: MODS, asianbraincommunity.com

Apa itu “adsense”, apa itu “SEO/SEM”, dan apa itu “wordpress”…. (bahasa apa ya.. tuh!! –> wah..katrok2…. …..)>-), mungkin gak semua netholic tau tentang itu, atau bahkan para mbahe netholic mania juga gak tau(hare gene…) makanya buruan cari tau biar ga “katrok2” saya yakin pasti semua pengen tau n bisa. So.. tunggu pa lagi, buruan belajar rame-rame lewat blognya mas Cosa Aranda. dijamin pasti puas n kenyang (kayak makan aja).

Sapa lagi tuh mas Cosa Aranda (wah.. katrok lagi.. )>-) mungkin bagi bloger2 kawakan yang dah bertapa [-O< n mengembara kesana kemari 8-X, pasti dah paham sapa tuh mas cosa. Tapi bagi para bloger-bloger yang gak tau sapa tu mas cosa (wah double katrok lagi niye…..)>-) ya wajib tau. Begini loo… mas Cosa Aranda merupakan seorang Publisher Indonesia yang sukses menjadi Pahlawan Devisa Negara kita, dan seorang penulis tentang AdSense, SEO / SEM, bisnis internet dan affiliasi, cara cari uang di internet, CMS dan Wordpress, pemrograman web, dan kehidupan sehari-hari. mas Cosa Aranda juga seorang yang baik hati… gmana gak baik coba, mas cosa tidak segan-segan membuka diri dan memberikan ilmu-ilmuna secara gratis ‘n cuma-cuma ilmu tentang belajar adsense mulai dari apa itu adsense? , mudahkah adsense?, istilah-istilah adsense, cara mendaftar Adsense sampai konsultasi adsense, and lewat these succsessful publishers bisa diketahui kisah-kisah atau hasil wawancara dengan para publisher adsense yang telah sukses. sehingga membawa kita menjadi lebih dekat dengan para publisher-publisher adsense. Semua itu di berikan secara gratis..tis dan gak juga itu saja, ilmu2 tentang SEO/SEM dan wordpress. Gak tau juga apa itu SEO/SEM dan wordpress, makanya buruan.. / semuanya ada di blognya mas cosaranda.com n semuanya itu terkemas dan tertata rapi apalagi menggunakan bahasa Indonesia jadi semakin mudah aja untuk belajar bareng rame-rame lewat blognya mas cosa yang sekarang lagi ngetrennya didunia pendidikan. sampe2 mungkin PBJJ yg legal di Indonesia sekarang ini kalah ma tutor2 yg da di materina mas Cosa.

Walaupun sampai saat ini aku ja belum ngatamin semua materi yang ada di blognya mas Cosa… (he.. saking banyaknya) gmana mo ngatamin, belum selesai baca da muncul materi yg baru.. wow keren, materina selalu berbobot n up to date. he…=D>. tapi gak papa yang penting alon-alon asal kelakon atau istililah kerenna slow but sure (new album slank )>-), dari pada gak baca sama sekali. rugi dunk!. kan sia-sia. ibaratna da makanan yang dah disiapin buat kita dan jelas asal usulna tapi gak di makan oleh kita, walaupun kita tau bahwa makanan itu untuk kita, disamping sia2 juga pastinya ngecewain bagi yang dah susah payah nyiapinnya. Lha ini sama dengan yang da di blognya mas cosa, mas cosa dah nyempetin tuk membuat materi2 bahkan sekaligus dengan tanya jawab dengan tulus ikhlasna tapi kita tidak menggunakan dan memanfaatkannya,

Tiga bulan lamanya si guhe klakklik situs ini-itu, pengen daftar Adsense, tapi gak pernah bisa, yang ada hanya incorrect terus, atau kadang gak bisa log in di Google Adsense, Hampir semua alamat email yang saya buat saya daftarkan di Adsense, tapi yang terjadi tetep aza gak bisa confirm, kumaha deui nya, lieuuurrr…. gagal maning gagal maning.

Akhirnya, ada temen yang kasih tau kalo kita pengen daftar Google Adsense, suruh buka situs Belajar Adsense, Pas si guhe buka, sungguh luar binasa.. eh.. luar biasa…. www.cosaaranda.com emang bikin si guhe ngerti bangeud ma Adsense, dan alhamdulillah sekarang, walaupun belum genap satu bulan, jumlah klik si guhe sudah lebih dari seratus.

So, buat temen-temen yang ingin daftar di Google Adsense, tapi kebingungan tentang bagaimana caranya klik aza deh di Belajar Adsense, semuanya ada di sana, mulai dari pengertian Adsense, cara mendaftar, optimalisasi, peraturan, konsultasi dan tanya jawab Adsense, dan sebagainya.

Jangan banyak mikir deh, cepetan lihat selengkapnya di Belajar Adsense,
Dijamin mak nyeesss…..

Nama Cosa Aranda pertama kali saya dengar dari Binus-Boy, katanya bisa hasilkan $9,000 sebulan (mungkin sekarang sudah lebih). WOW! Dari Indonesia, bok!

Terus perlahan saya mulai rutin baca blognya, www.CosaAranda.com untuk belajar apa yang dia kerjakan. Sebagai orang dengan penghasilan $9,000 sebulan boleh dibilang dia cukup rendah hati mau saya ajak chatting. Dan sangat jarang saya jumpai internet marketer baik Indonesia maupun luar negri (apalagi) mau membuka dirinya untuk berdiskusi one-on-one begini. Sungguh kesempatan yang luar biasa.

Dari chatting yang lumayan singkat ini, saya diberi kesempatan untuk membagikan apa yang saya punyai yaitu 6% CTR traffic dari Google Adwords karena sebelumnya saya bertanya kepadanya berapa CTR yang dia dulu raih di Adwords, ternyata menurut pengakuan dia hanya 1% saja. Setelah saya beritahu ‘trik - triknya’ rencananya dia akan coba dan kalau terbukti berhasil dia akan publish di blog-nya. Saya pun memberi kesempatan kepadanya untuk mengkontak saya kalau masih belum tembus CTR 4% (semacam garansi gitu loch).

Pembaca blog saya yang tercinta, coba anda bayangkan apa jadinya internet marketing Indonesia ini jika semangat untuk berbagi ini diteruskan tanpa ada perasaan takut kehilangan market-lah, menambah kompetitor-lah, dst? Anda bisa bayangkan 5-10 tahun ke depan perubahan besar apa yang terjadi? Bagaimana kira - kira perekonomian negara kita? Jangan nunggu subsidi atau kenaikan gaji deh…! Mulai dari hati, mulai dari sekarang dan mulailah segera untuk mewujudkannya. Contohlah orang - orang besar seperti Cosa Aranda yang masih mau berbagi untuk sesamanya (kalau udah ‘gede’ inget ama yang ‘kecil’, supaya tidak diambil kembali ama yang punya). Sukses selalu untuk anda semua….!

Cosa memang kaya. Tetapi belajar dari buku Seven Years to Seven Figures karangan Michael Masterson, kaya menurut Cosa adalah kondisi saat segala kebutuhan terpenuhi, baik yang bersifat sekunder maupun darurat atau mendadak. “Saya tabung uangnya. Saya ingin punya rumah sendiri,” kata lelaki yang mengaku belum punya kekasih ini.


Kalau ada orang menjadi kaya setelah bersusah-payah membangun bisnis bertahun-tahun, itu hal biasa. Tetapi jika mendengar anak muda berkantong tebal dengan cara mudah, jelas menarik untuk ditelusuri.
Cosa Aranda jutawan. Nyaris tak ada yang tahu. Hanya mereka yang rajin keluar masuk situs milik Cosa, panggilannya, yang paham betul. Bahkan teman kuliahnya baru bulan lalu tahu bahwa orang inilah yang sering dibicarakan di Google AdSense dan AdWords.

Memiliki penghasilan dari iklan yang masuk di situs milik Google ini awalnya memang mimpi bercampur coba-coba.

“Jika ada yang mengatakan berbisnis iklan di internet mudah menghasilkan uang, itu bohong,” kata lelaki 25 tahun ini saat ditemui di rumahnya di Surabaya, Rabu (1/8).
Berbeda dengan banyak orang yang menganggap bisnis seperti ini bisa dilakukan sambil lalu dengan hasil tak terbatas, Cosa justru menganggap pekerjaan ini berat. Sangat berat.
Ketika pertama membuat situs yang berawal dari blog pribadi, dia harus jungkir balik menghabiskan waktu 8-10 jam sehari. Selama itu dia tidak keluar kamar. Dan ini terjadi pada bulan-bulan pertama saat membangun www.cosaaranda.com April 2005.

Percobaan demi percobaan dilakukan dengan telaten. Kesulitan utama yang dialami mahasiswa semester akhir Jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (Stikom) Surabaya ini adalah melakukan promosi. Karena niat awalnya belajar dan mencoba, Cosa memilih cara gratis lewat search engine. Setelah itu, menunggu. “Dan berdoa,” kelakarnya.

Penantian itu tak sia-sia. Tiga minggu setelah diluncurkan, ada juga iklan yang datang. Semakin banyak pengunjung yang datang ke situsnya, makin besar kemungkinan iklan di-klik. Jika pengguna melakukan transaksi, maka publisher, pemilik situs yang sudah bergabung dengan Google AdSense dan sudah pula memasang iklan AdSense di situs mereka, mendapat fee. Biasanya 20 persen dari harga iklan.

“Bulan pertama saya mendapat 1 dolar AS. Wah… senang sekali. Ternyata laku juga,” kata sulung dari dua bersaudara yang terkesan berhati-hati ketika berbincang.
Satu dolar AS inilah yang memacu Cosa memoles situsnya. Tidak dengan tampilan artistik tetapi dengan isi yang paling dibutuhkan orang. Dia meng-up date data setiap hari. Dengan demikian setiap hari pula orang berkunjung karena membutuhkan informasi terkini dan penting. Sekarang situs ini dikunjungi 800-1.000 pengguna setiap hari.

Ini membuat perolehan Cosa dimungkinkan makin besar. Ledakan penghasilannya baru didapat tiga bulan setelah menunggu dan berdoa. Jika Oktober 2005 penghasilannya Rp 1 dolar AS, akhir Juli 2007 dia mendapat kiriman cek 5.000 dolar AS atau lebih dari Rp 45 juta. Ini baru perolehan lewat Google AdSense. Padahal dia juga memiliki jalur lain, AdWords. Jika semua ditotal, Juli kemarin Cosa mendapat lebih Rp 90 juta.

Cosa memang kaya. Tetapi belajar dari buku Seven Years to Seven Figures karangan Michael Masterson, kaya menurut Cosa adalah kondisi saat segala kebutuhan terpenuhi, baik yang bersifat sekunder maupun darurat atau mendadak. “Saya tabung uangnya. Saya ingin punya rumah sendiri,” kata lelaki yang mengaku belum punya kekasih ini.

Putra pasangan Drs Totok Soedjianto dan Ir Yustisia Martani ini ingin menjadi full time blogger. Awalnya keluarga dari Jawa Tengah ini tak sadar jika Cosa punya bisnis di kamarnya. Yang mereka tahu anak mereka 'gila' internet. Baru setelah ada kiriman cek, mereka paham. Tetapi sambil bergurau Cosa mengaku tak tahu harus mengatakan apa pada calon mertua bila ditanya pekerjaan. “Pokoknya saya jawab kerja di internet. Mudah-mudahan bisa mengerti,” katanya sambil tertawa ngakak.

Karena semuanya sudah tertata, sekarang Cosa hanya butuh dua jam untuk up date dan setelah itu waktu luangnya diisi dengan jalan-jalan ke mal dan membaca. Jangan salah, bukan buku komputer atau teknologi yang jadi favoritnya melainkan komik. Tahun ini atas desakan para kerabat di situsnya, akhirnya Cosa membuat workshop di warnet. Tiga kali workshop dilakukan di Surabaya. Pesertanya tak lebih dari 30 orang.

“Saya lebih suka kelas kecil karena semua pertanyaan bisa dijawab dan langsung praktik,” tutur pelahap film apa saja ini yang tidak memungut biaya kecuali untuk membayar pemakaian internet di warnet.

“Di Jogjakarta banyak publisher yang penghasilannya lebih hebat. Saya belum apa-apa. Tetapi kalau ada yang mau mengikuti cara ini, ayo sama-sama belajar,” tuturnya.

“Saya sering di-cuekin saat membeli barang gara-gara penampilan,” katanya melalui surat elektronik kepada Tempo pada Kamis pekan lalu.
Padahal pemuda 28 tahun itu berpenghasilan US$ 5.000-10.000 per bulan. Kalau ditukar rupiah, berarti Rp 46-92 juta per bulan.


Bisnis Google Adsense menjanjikan pendapatan ribuan dolar per bulan.

Jangan melihat seseorang dari tampang dan penampilan, apalagi bila itu adalah Cosa Aranda. Penampilannya yang menjurus dekil telah menyembunyikan sosoknya sebagai pebisnis sukses.

“Saya sering di-cuekin saat membeli barang gara-gara penampilan,” katanya melalui surat elektronik kepada Tempo pada Kamis pekan lalu.

Padahal pemuda 28 tahun itu berpenghasilan US$ 5.000-10.000 per bulan. Kalau ditukar rupiah, berarti Rp 46-92 juta per bulan.

Modalnya hanya seperangkat komputer, sambungan Internet, dan “duit receh” untuk membiayai domain dan hosting di dunia maya. Sumur duitnya adalah situs-situs Internet yang dibangun dan dikelolanya sendiri.

Situs-situs itu terdaftar dalam program Adsense dari Google. Program inilah yang memberi mahasiswa tingkat akhir di sebuah sekolah tinggi swasta di Kota Surabaya, Jawa Timur, itu penghasilan besar.

Adsense adalah layanan iklan berbasis teks yang ditujukan untuk mendistribusikan iklan-iklan yang masuk ke situs mesin pencari Google. Program ini diluncurkan pada 2003.

Google menempatkan sejumlah iklan yang sesuai dengan tema situs yang terdaftar dalam programnya. Para pebisnis Adsense–disebut juga publisher–akan menerima dolar pada saat pengunjung mengklik iklan yang tampil di halaman situs itu.

Situs besar lain, Yahoo! dan MSN dari Microsoft, sebetulnya memiliki layanan serupa. Tapi layanan itu hanya berlaku di wilayah Amerika Serikat.

Itulah mengapa Google Adsense, yang menerima publisher dari belahan dunia mana pun, lebih populer. Lagi pula sharing duit iklan itu terbilang paling besar dibanding pesaingnya. Publisher akan mendapat bagian sampai 70 persen, sisanya baru masuk ke kas Google.

Pola pembagian yang menggiurkan inilah yang menarik minat Cosa pada pertengahan 2005. “Awalnya hanya coba-coba,” katanya seraya menyebutkan pemasukan pertamanya tak sampai US$ 1.

Cosa sampai-sampai membenamkan diri di dalam kamar selama berminggu-minggu untuk memperbaiki penampilan situsnya. Lambat laun pengunjung di situsnya bertambah, seiring dengan peningkatan jumlah duit.

Setelah situs-situsnya mapan, Cosa kini giat berpromosi tentang Adsense dan bisnis online lewat sejumlah workshop di berbagai kota. Di situs pribadinya, www.cosaaranda.com, lelaki ini membuka kolom konsultasi dengan peminat berjubel.

Cosa pun sudah kembali ke kebiasaan lamanya, membaca komik Dragon Ball dan menonton Anime atau bermain PlayStation dan Nintento Wii. Sesekali dia menyambangi toko buku, walaupun jarang membeli.

“Basah”-nya Adsense juga menarik hati Ujang, seorang lulusan sekolah menengah atas dari Semarang. Ujang adalah nama kecil lelaki kelahiran 1972 itu di dunia maya. Sebelumnya dia kerap memakai nama Hasanz.

Cek pertama yang diterimanya pada Juli 2005 bernilai US$ 183. Tapi kini penghasilannya rata-rata US$ 150 per hari atau sekitar Rp 1,3 juta.

Duit segitu membuat Ujang menutup kios aplikasi, game telepon seluler, dan nada dering di sebuah mal di Semarang. “Sekarang saya berfokus di bisnis online saja,” kata ayah satu anak yang sedang menanti kelahiran anak keduanya ini.

Dari Kota Gudeg Yogyakarta, jutawan lain bernama Dwi Hermawanto. Dibanding Cosa dan Ujang, lelaki ini sudah bangkotan di bisnis Adsense. Dia membuat situs dan mendaftarkannya hanya beberapa pekan setelah Adsense diluncurkan.

Dwi, yang tampil di dunia maya melalui situs www.pogung177.com, menghasilkan duit rata-rata US$ 400 per bulan. Tapi dia juga masih berbisnis online yang lain, yakni Affiliate Marketing, yang diikutinya sejak 2000.

Pada bisnis Affiliate, lelaki 27 tahun itu akan mendapat komisi atas keberhasilannya menjual produk-produk yang dijual toko online di Internet. Ditotal-total, kedua bisnis online itu membuat Dwi mendapat duit rata-rata US$ 800 atau Rp 7,3 jutaan per bulan.

Kedua bisnis itu, kata Dwi, sama-sama menguntungkan asal dikelola dengan pintar, karena dolar tak datang tiba-tiba. “Harus pintar mencari topik yang sedikit kompetitornya tapi margin permintaannya tinggi,” kata Dwi.

Ada pula yang disebut SEO alias Search Engine Optimizer, semacam mata kuliah wajib yang kudu dikuasai seorang publisher. SEO adalah ilmu mendesain situs agar bisa tampil di halaman pertama mesin pencari seperti Google, Yahoo!, atau MSN.

Rahasia lain adalah keberuntungan. Kadang kala situs bagus pun jarang pengunjungnya. Sebaliknya, pengunjung situs yang jarang diperbarui malah membeludak. “Jadi banyak berdoa juga,” ujar Dwi terkekeh.

Bisnis di Internet telah membuat pundi-pundi ketiganya membengkak. Selain diputar untuk membeli domain, hosting, dan meningkatkan kapasitas situs, uang berlebih dipakai untuk berbagai keperluan.

Cosa dan Ujang, misalnya, giat menabung untuk membeli rumah. Dwi malah mendirikan usaha percetakan digital serta jasa pembuatan situs dan peranti lunak komputer bersama teman-temannya. Kali lain uangnya dipakai untuk biaya kuliah.

Ketiganya yakin, bisnis online seperti Adsense tidak akan pernah mati sepanjang jaringan Internet masih bernapas. Namun, mereka juga mewaspadai persaingan yang tambah ketat.

Kadang kala ada saja publisher yang main kotor. Dwi pernah menemukan kasus penjiplakan isi situs publisher dari luar negeri ataupun dari negeri sendiri.

Praktek lain yang tak kalah curangnya adalah click fraud. Cosa mengatakan itu terjadi saat seorang publisher mengklik iklan Adsense pesaingnya secara berulang-ulang dalam waktu singkat dan dengan komputer yang sama.

Publisher tak berdosa itu akhirnya dihukum oleh Google yang melarang praktek semacam itu. Publisher akan di-banned atau ditendang dari keanggotaan tanpa ampun.
DEDDY SINAGA

Usaha Mencari Akses Internet Murah Via GPRS

Sudah semenjak sebulan terakhir ini, saya mencoba mencari akses internet yang murah untuk digunakan di rumah. Pilihan utama saya adalah melalui GPRS. Ini dikarenakan saya memiliki seekor HandPhone yang kata beberapa orang di forum seperti kaskus atau forumponsel dinilai “bandel” bila digunakan sebagai modem, yaitu Motorola C380. Namun sayang handphone ini belum mensupport 3G.

Mulailah usaha pencarian saya. Awalnya setelah browsing sana-sini, saya berencana untuk menggunakan XL GPRS Unlimited seharga 275 ribu rupiah/bln (sudah berikut pajak) yang disediakan oleh XL dan quasar (MobileQu). Namun dalam perjalanan, saya menghentikan rencana ini karena pelayanan yang kurang memuaskan terutama dari pihak Agen tempat saya membeli paket perdana yang berkedudukan di Bogor. Hingga tanggal 21 Oktober, ketika saya menyusun postingan ini, belum juga aktif. Padahal waktu yang dijanjikan adalah sebelum tanggal 10 Oktober!! Saya merasa sangat dirugikan dalam kasus ini. Tapi sutralah…

Saya pun kembali ke pencarian, ternyata internet via GPRS disediakan oleh banyak sekali provider. Berikut beberapa yang saya ketahui:
1. Telkomsel, melalui program yang dinamakan Telkomsel Flash. Program ini mensupport 3G bahkan HSDPA. Paket yang ada antara lain
a. Paket 3 jam (30rb) yang harus habis dalam 1 hari.
b. Paket 24 Jam (100rb) yang harus habis dalam waktu 1 minggu.
Kedua paket ini dapat diakses lewat Simpati, Kartu As, maupun Kartu Halo
c. Paket 200 ribu
d. Paket 300 ribu
e.
nah, yang ini sayangnya cuma bisa diakses oleh pengguna kartu Halo
Bisa pula kalo kita mengakses tanpa paket, tapi tarifnya Rp. 12/kb. Terlalu mahal untuk pemilik budget paspasan seperti saya :(. apalagi klo hobi donlot. Bisa jebol pulsa hehehe..
Evaluasi : Untuk telkomsel FlashCepat, apalagi kalo coverage area 3G atau HSDPA menjangkau tempat anda. sayangnya di bogor belum tercover HSDPA, 3G pun sepertinya belum CMIIW. Apalagi saya belum punya modem 3G/HSDPA-nya. Terpaksa alternatif ini ditepikan dulu.

2. XL, seperti XL corporate yang menawarkan akses internet unlimited di kisaran harga 250 ribu rupiah/ bulan. Maupun lewat kerjasama dengan beberapa perusahaan seperti cbn, quasar, andalas, centrin, dll, dengan tarif 275rb-350 rb/ bulan. Dapat pula kita akses internet dial upnya seharga Rp. 10/kb.
Evaluasi : Belum pernah menggunakan, tapi menurut beberapa penggunanya akses lambat (maks 64 kbps). Meskipun di coverage 3G. Selain itu masih cukup trauma dengan peristiwa yang saya alami, so sementara juga dicoret dari alternatif.

3. Indosat. Menawarkan 2 opsi berinternet ria melalui Mentari/IM3.
a. Volume based, tarif Rp.5/dtk, selama masa promosi hingga 8 Januari ini, tarif Rp.1,1/kb.
b. Time based, tarif 110/menit.
Layanan ini yang akhirnya saya gunakan ketika posting untuk livelynotebook. Untuk evaluasi dapat di lihat di posting selanjutnya.
Selain itu ada layanan GPRS via nomor indosat pascabayar seperti matrix yang berupa paket. Selengkapnya dapat dilihat di situs www.indosat.com

Layanan internet via GPRS juga disediakan oleh provider ponsel CDMA seperti Fren dan StarOne. Namun ini juga saya cabut dari daftar karena saya tidak memiliki modem yang sesuai.

Mudah-mudahan layanan yang akhirnya saya gunakan (Indosat) cukup baik dan memuaskan sehingga tak perlu cari lagi provider lain.

Linux dapat digunakan untuk mengakses Internet dengan modem berupa ponsel. Berikut ini petunjuk praktis koneksi via GPRS melalui salah satu operator GSM. Saat ini, biayanya hanya Rp25.000 per bulan dengan waktu tak terbatas.Internet telah menjadi tulang punggung penyebaran informasi yang sangat cepat. Proses pencerdasan kehidupan bangsa salah satunya dapat dilakukan melalui media ini. Berbagai macam pengetahuan tersedia hanya dengan melakukan aktivitas browsing pada berbagai situs yang menyediakan informasi ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Terlepas dari ekses negatif yang ditimbulkan, Internet diyakini mampu menjembatani kesenjangan ilmu pengetahuan dari negara-negara maju dengan negara-negara berkembang.

Kendala yang dihadapi pemakai Internet di Indonesia adalah masalah koneksi dan biaya koneksi. Koneksi yang kurang reliabel dan biaya yang mahal adalah suatu masalah yang sulit dipecahkan, ibaratnya bagaikan pisau bermata dua atau yang lebih sadis lagi bagaikan buah simalakama. Jika kita menginginkan koneksi yang lebih reliabel imbasnya pada biaya yang mahal begitu juga sebaliknya jika kita menginginkan koneksi yang murah,koneksi Internet kita kurang reliabel.

sumber: InfoLinux 07/2004

September 2, 2007

Sabtu pagi… seperti biasa beli KOMPAS buat cari lowongan, eh ada iklan merah seperempat halaman. dari FirstMedia dan FastNet. Yang bikin geger tentu bukan iklan warna merahnya yah.. tp isi dari iklan itu.. dijual murah internet 384 kbps unlimited cuma 99 rebu perbulan. Waks!!!!!!! beneran nih??? gak percaya!!!!!

Paket lengkap yang ditawarkan lengkapnya:

* FastNet 384 -> Rp 99.000,00
* FastNet 512 -> Rp 195.000,00
* FastNet 768 -> Rp 295.000,00
* FastNet 1500 -> Rp 595.000,00
* FastNet 3000 -> Rp 1.195.000,00

Bener2 murah gila!!!!!!, setahuku BW 1 Mbps sebulan itu paling murah masih diatasUSD 1000, tetapi ini dijual dengan hanya IDR 1.2 juta. Itupun dapet 3 Mbps.

Hem…. pikiran usil mulai bergentanyangan?

1. Berapa rasio penggunanya? apakaha koneksinya di share dengan pelanggan lainnya?
2. Apakah ini hanya promosi doang, setelah itu harga naik?
3. Setelah pengguna bertambah banyak apakah kualitas akan dipertahankan?
4. Darimana nih ISP ambil BW kok bisa dapet murah (kali deh dia dapet murah.. soalnya dia jual murah jg :P )
5. Sampai mana daerah jangkauannya dan lewat jalur apa transmisinya??

Ok.. disitu ada alamat www.firstmedia.com meluncur kesana. Ternyata kenyataan yang didapat

1. Perusahan ini dulu bernama PT Broadband Multimedia Tbk (aka Kabelvision) yang rebranding jadi FirstMedia
2. FirstMedia yang merupakan perusahaan Lippo Group mendapat suntikan dana USD 650 juta dari holding untuk pengembangan bisnisnya terutama Internet , dana yang sangat besar!!! (http://asia.news.yahoo.com/070830/3/376dm.html)
3. Karena bergerak di layanan tv berbayar via kabel, maka layanan yang diberikan adalah internet via kabel modem
4. Daerah jangkauannya cuma Jabotabek dan Surabaya

OK.. mari kita analisa:

Dengan jaringan kabel modem yang dia gunakan, tentu pangsa pasar yang di jangkau tidak banyak (untuk coverage silahkan cek di www.firstmedia.com/coverage/coverage.aspx ). Akan tetapi keberanian FirstMedia menjual harga internet yang murah banget, tentu akan membangunkan pada “penguasa” Internet Indonesia (Telkom, Indosat, CBN, dan Operator 3G lainnya). Akan tetapi karena jarak jangkau yang masih sedikit, mungkin mereka gak terlalu berimbas, terutama Speedy dari Telkom dengan ADSLnya yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Tapi bagaimanapun pasar Jakarta (yang notabene sekitar 80% pengguna internet Indonesia berada) akan terkoyak, terkaget-kaget. Sentakan ini mungkin akan membawa hawa sejuk bagi pengguna Internet di Indonesia yang selama ini membeli internet dengan harga yang mahal. Karena dengan adanya pioneer yang berani jual layanan internet murah, maka pada umumnya pesaing akan berlomba-lomba mengikutinya (ingat perang tarif di selular GSM dan CDMA). Dan tentu sekali lagi pengguna akan tersenyum senang.

So.. mari kita pantau perkembangan.. semoga Internet di Indonesia makin murah. Amin. :)

Rekan netter, tahukah anda bahwa anda bisa mendapatkan akses internet murah seperti di warnet. Akses internet hanya Rp 4.800 saja perjam-nya, sudah termasuk pulsa telpon rumah dengan kecepatan yang cukup lumayan.

Bukan menjadi suatu rahasia bahwa jika kita mengakses internet dengan menggunakan dial-up/sambungan telepon biasa/telepon kabel akan memerlukan biaya yang besar. Katakanlah jika anda menggunakan Telkomnet Instan, Indonet, Centrin, CBN dll berapa yang harus anda bayarkan untuk 1 jam aksesnya? Untuk Telkomnet Instan berkisar antara Rp.9600,- begitu juga dengan Indonet yang lebih murah berkisar sampai Rp. 8000 dan inipun anda harus berlangganan.

Artinya anda harus membayar sejumlah uang untuk 1 bulan dan jika anda tidak menggunakan akses internet ataupun hanya menggunakan beberapa jam saja maka uang langganan anda akan hilang, tetapi jika lebih dari jam akses maka anda akan menambah biaya aksesnya.

Misal : anda berlangganan di Indonet dengan biaya Rp.100.000 dan bisa digunakan hanya untuk 12 jam. Tetapi ternyata pemakaian anda lebih maka kelebihannya itu anda harus tetap menambah sejumlah uang kepada indonet.

Wah....bisa repot dong kalo gitu lagian kita kan kalo main internet tidak akan bisa mengontrol waktunya? BETUL sekali, menurut pengalaman, orang kalau sudah main internet maka akan lupa waktu. Makanya kenapa orang lebih senang main internet di warnet, karena selain murah dia juga bisa mengontrol pengeluarannya. Begitu juga dengan jika anda telepon menggunakan HP ataupun telepon rumah. Jika orang tersebut perduli dengan keuangan saya yakin akan lebih memilih telepon ke wartel walaupun harganya lebih mahal sedikit. Mengapa? karena dia akan bisa mengontrol pengeluarannya.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kalau di warnet biaya aksesnya bisa murah berkisar antara Rp.4000,- s/d Rp. 5000,- ? bahkan di tempat saya ada yang menawarkan Rp. 6000,- / jam padahal aksesnya tidak begitu cepat dibandingkan dengan akses Telkomnet Instan.

Mari kita cermati bersama kenapa di warnet bisa murah. Sekarang setiap warnet pasti memiliki beberapa komputer dan sebenarnya line yang digunakan untuk sambungan internet hanyalah satu line saja dan line ini terhubung dengan server induk dan dari server induk ini akhirnya dipecah-pecah untuk digunakan bersama-sama dengan komputer yang ada di warnet tersebut atau mirip dibuat suatu jaringan. Terang saja bisa murah. Biasanya tiap warnet berlangganan untuk aksesnya dan biayanya berkisar 1.5 juta keatas dengan online 24 jam.

Sekarang kalau warnet itu memiliki 10 komputer saja dan kita asumsikan jika setiap komputer digunakan oleh pengunjung selama 5 jam online setiap harinya dengan biaya Rp. 4000,- / jam maka berapa yang diperoleh : 10 komputer x 5 jam x Rp.4000,- x 30 hari = Rp. 6.000.000

Dari perhitungan ini anda bisa lihat sendiri berapa keuntungan bersih dari pemilik warnet ini setelah dikurangi biaya operasional! Ini baru 10 komputer saja, padahal setiap warnet biasanya memiliki sampai 15 lebih. Karena prinsip warnet adalah semakin banyak komputer maka jatuhnya akan semakin murah.

Makanya warnet bisa memberikan harga murah untuk setiap jam aksesnya. Tetapi bagaimana dengan kita? Jangan kuatir......ada suatu cara untuk menghemat akses internet dengan menggunakan dial-up yang murah bahkan bisa dikatakan

seperti anda bagaikan bermain di warnet karena per jamnya anda hanya akan ditarik tarif Rp.5300,-an/jam NET dengan kecepatan yang setara dengan Telkomnet Instan (antara 46 Kbps s/d 52 Kbps tergantung modem yang Anda gunakan!)

Wah....bagaimana itu caranya?

Santai dulu.....sabar ya....

Kini saatnya anda harus mengetahui rahasia ini !

Rahasia akses tarif warnet itu adalah :

PREPAID TELKOMSave PERDANA LING LING CARD

Ya....mungkin anda sudah tahu mengenai TelkomSave ini yang merupakan produk dari Telkom dan dapat digunakan untuk menelepon SLJJ, SLI dan HP dengan biaya murah.

Tapi tunggu dulu.........!

Sekarang sudah hadir produk baru dari TELKOM yang merupakan penyempurnaan

TelkomSave. Kini anda bisa menggunakan kartu prabayar ini untuk bermain internet menggunakan sambungan dial up/telepon biasa/telepon kabel dengan biaya murah HANYA Rp. 5300,- / jam Net! Sudah termasuk biaya akses dan telepon!.

KETENTUAN PENGGUNAAN:
~ DARI JAM 08.00 WIB S/D 20.00 WIB atau
DARI JAM 09.00 WITA S/D 21.00 WITA
ANDA AKAN DIKENAKAN TARIF Rp. 248/MENIT

~ DARI JAM 20.01 WIB S/D 07.59 WIB atau
DARI JAM 21.01 WITA S/D 08.59 WITA
ANDA AKAN DIKENAKAN TARIF Rp. 88 / menit/5300/jam

Bukan itu saja, anda akan mendapatkan banyak keuntungan dengan menggunakan kartu ini, antara lain:
1. Bisa anda gunakan akses internet dengan tarif Rp. 5300 / jamnya untuk jam 20.00 WIB s/d jam 08.00 WIB (Sebaiknya Anda mulai berinternetnya jam 20.10 atau lebih lagi, karena settingan jam di tempat Anda dengan provider mungkin berbeda. Hal ini untuk amannya agar kita benar-benar dicharge yang Rp.88/menit)

2. Bisa anda gunakan untuk telpon SLJJ, SLI, HP dengan biaya Rp. 1450 / menit.

3. Tidak perlu install program apapun cukup anda setting koneksi komputer anda. (akan saya beritahukan cara mensettingnya nanti)

4. Bisa anda gunakan untuk jangka waktu lama, masa berlaku sampai 6 bulan.

5. Bisa anda gunakan dimanapun juga selama ada komputer dan telepon kabel / telepon biasa / telepon rumah bahkan di desa sekalipun yang penting ada telepon rumah yang dari kabel yang bisa digunakan untuk dial up ke no. telkom save. ciri-ciri jika telpon anda bisa digunakan adalah jika anda dial ke no. 080981111 dari pesawat telpon rumah Anda maka akan ada suara seperti mesin fax yang bunyinya tut..tut...tit..tit…ngunggggg......jadi jika ada suara ini maka jaringan telepon anda bisa digunakan untuk akses menggunakan kartu ini.

6. Tidak kuatir sinyal sering blank krn memang menggunakan dial up/telepon kabel bukan menggunakan satelit yang sering tidak stabil karena pengaruh cuaca.

7. Akses yang lebih cepat setara dengan Telkomnet Instan dan masih banyak lainnya

Apakah aksesnya benar-benar cepat? bagaimana dengan yang lainnya?

Setelah saya bergonta-ganti dengan produk yang ada terutama yang menggunakan akses dial up hanya untuk mencari akses murah tapi mempunyai kecepatan yang bagus akhirnya saya menemukan produk ini yang paling berguna buat saya. Tanpa menggunakan fasilitas/tambahan alat apa-apa seperti software untuk mempercepat kinerja modem ataupun yang lainnya (HP, kabel data dll) aksesnya sudah hampir menyamai Telkomnet Instan bahkan cenderung lebih cepat. Dengan demikian anda tidak perlu menunggu lama-lama kalau browing ataupun yang lainnya. Bahkan dengan LingLing Card ini bisa Anda share ke beberapa

komputer sehingga biaya yang dibebankan hanya 1 account saja. Sudah ada yang

membuktikannya di share 5 computer dan kecepatannya masih OK.

Sebagai gambaran saya sudah menggunakan Indonet baik yang dial up lokal ataupun menggunakan prepaid IM2, Centrin prepaid dll dan ternyata produk Telkom Save ini masih lebih unggul. Belum lagi harga tarif per jamnya yang jauh lebih murah ! Selain itu anda juga bisa mengecek account anda langsung. Berapa sisa pemakainnya sehingga anda bisa memanage keuangan anda untuk masalah akses internet secara maksimal.

Dengan menggunakan produk ini anda akan lebih leluasa menentukan waktu kapan anda akan bermain internet baik itu pagi, siang ataupun malam dan juga tidak ada biaya bulanan / langganan yang harus anda tanggung. Jika anda tidak menggunakan maka jumlah kredit didalam kartu anda tidak akan habis/hangus sampai masa berlakunya habis yaitu 6 bulan!

Berbeda jika anda harus berlangganan, dimana anda gunakan ataupun tidak anda akan tetap harus membayar sejumlah uang tertentu dalam 1 bulan.

Kendalanya jika anda berlangganan adalah terutama bagi orang-orang yang bekerja seharian. Bagaiamana dengan orang-orang yang bekerja di kota-kota besar yang biasa jam kerjanya dari pagi hingga petang, apakah waktu anda akan terbuang sia-sia hanya untuk bermain internet agar tidak rugi setelah membayar biaya bulanan yang mungkin notabene kalau di hitung

perjamnya lebih murah dengan catatan akses 24 jam ataupun akses dengan mengorbankan waktu anda yang seharusnya anda gunakan untuk istirahat ataupun bercengkrama dengan keluarga ataupun orang-orang yang anda kasihi? Semua ini merupakan pilihan untuk anda!

Step By Step Mensetting Komputer anda sehingga bisa digunakan untuk mengakses

Ling Ling Card TelkomSave.

Saat ini saya menggunakan:
* Pentium III 550 Mhz
* Ram 64 Mb
* Modem Internal Rockwell 56 Kbps V.92
* Windows 98

Untuk Menyetting Ling-Ling Card di komputer anda sehingga bisa digunakan. Caranya hampir sama jika anda mensetting menggunakan telkomnet instan. Hanya saja no. dial up-nya yang berbeda. Jika telkomnet instan : 080989999 tapi kalau ini 080981111.

Sebelumnya pastikan dulu menu dial-up networking sudah terpasang dikomputer anda. Biasanya ini otomatis jika anda menginstal window. Untuk mengeceknya

silahkan klik di icon my computer lihat apakah menu dial-up networking sudah ada? jika belum maka langkah-langkah yang anda harus lakukan adalah:

a. Klik pada menu Start
b. Arahkan ke bagian Settings lalu tekan Control Panel
c. Klik icon Add/Remove Programs
d. Klik Tab Windows Setup lalu klik dibagian label Communications dan lanjutkan mengklik tombol Details
e. Aktifkan Dial-Up Networking dengan memberi tanda check box di depan icon Dial-Up Networking dan lanjutkan dengan menekan OK.
f. Klik OK lagi pada tampilan Add/Remove Programs maka sesaat Dial-Up Networking sedang diinstal secara otomatis.
g. Restart komputer anda.

Setelah itu klik bagian icon My Computer, lalu
klik icon Dial-up Networking
klik Make New Connection
Isi di bagian Type a name for the computer you are dialing dengan nama yang ingin anda kehendaki seperti Koneksi Ling Ling Card ataupun yang lainnya yang memudahkan anda.

Di bagian Select Device tidak perlu diganti karena sudah plug and play dari program windows. lalu tekan Next

Di bagian Area Code tidak perlu diisi. Yang diisi di bagian telephone number dengan 080981111 setelah itu tekan Next

Kini anda sudah mempunyai sarana koneksi baru. Untuk memulai koneksi ke internet pastikan komputer anda sudah terhubung dengan telepon yang ada dirumah anda. Setelah itu persiapkan kartu anda dan gosok di bagian belakang kartu Ling Ling Card anda.

Di kartu Ling Ling Card anda akan ada nomor dimana isinya adalah ID anda untuk akses internet dan telpon SLI,SLJJ, maupun HP serta paswordnya. Gosoklah dibagian yang ditutupi!

Setelah siap semua. Klik icon My Computer dan disitu akan ada icon dengan tulisan Koneksi Ling Ling Card klik di bagian ini. Jika anda ingin lebih mudah dan icon ini tampil di depan maka klik kanan mouse anda pada icon ini terus tekan Create Shortcut.

masukkan ID anda, dan biasanya dalam bentuk angka terus diakhiri dengan tambahan @instansave, masukkan 4 digit pasword dan beri tanda check box pada Save pasword agar nanti kalau anda mau menggunakan lagi tidak perlu memasukkan ID dan pasword kembali.

Setelah itu tekan Connect.

Tunggu sesaat......dan SELAMAT anda sudah terhubung internet dengan biaya murah dan kecepatan akses yang mengagumkan tanpa bantuan alat apapun.

Eiiit.......Tunggu dulu !!

Bukan itu saja, seperti yang sudah saya jelaskan bahwa kartu ini tidak hanya bisa digunakan untuk melakukan akses internet saja melainkan bisa anda gunakan untuk melakukan panggilan telepon baik dalam negeri ataupun luar negeri dengan tarif murah. Selain itu kartu ini bisa anda bawa-bawa tidak perlu tambahan perangkat keras lainnya jika ingin mengakses di tempat lain. Atau mungkin malah anda ingin menggunakannya di tempat teman anda yang memiliki komputer, kantor, ataupun di daerah sekalipun asal ada line telepon maka kartu ini bisa anda gunakan. Anda cukup mensetting komputer seperti yang sudah saya jelaskan.

Saya yakin dengan adanya kartu ini maka biaya akses internet anda bisa terpantau.

Untuk melihat pemakaian tekan 17017 / 17071 (bebas pulsa) lalu ikuti petunjuknya. (Bagi Anda yang berada di daerah tertentu ataupun luar jawa kemungkinan fasilitas 17017/17071 tidak bisa. Untuk itu gunakan software Billing Meter untuk memantau pengeluaran anda secara otomatis) Anda tidak perlu takut nilai nominal yang ada di kartu hangus dalam waktu 1 bulan jika tidak digunakan selama 1 bulan karena memang batas pemakaiannya 6 bulan semenjak dari pertama kali anda menggunakannya.

Untuk masalah akses, saya sendiri telah mencobanya dan membandingkan dengan akses Dial Up yang ada dan saya merasakan betul kalau yang ditawarkan TelkomSave ini sangat luar biasa, dengan biaya murah bisa mengakses internet dengan kecepatan menyamai TelkomNet Instan yang sudah terkenal kecepatannya bahkan cenderung lebih cepat. Mengapa? karena TelkomSave Ling Ling Card merupakan produk dari Telkom.

Selamat mencoba akses internet dengan biaya tarif warnet.

Inilah alternatif menarik bagi anda yang senang nge-blog plus ingin mendapatkan penghasilan tambahan lewat blog. Tentunya sebuah alternatif menarik selain Google Adsense. Kalau di Google adsense mensyaratkan blog anda harus berbahasa Inggris (walaupun ada alternatif berhahasa Indonesia), di "Indonesian Adsense" ini cukup menggunakan bahasa persatuan nasional Indonesia :D. Mudah bukan?

Situs yang menyediakan layanan ini adalah kumpulblogger & kliksaya. Registrasinya juga sangat mudah, cukup berbekal fotokopi KTP, kartu keluarga, surat nikah, fotokopi ijasah terakhir & surat kelakuan baik dari instansi setempat. Maaf, tidak serumit itu persyaratannya (he he he). Hanya dibutuhkan akun email, data diri singkat dan rekening bank tentunya untuk proses terima uang.

Berapa anda dibayar untuk per klik iklannya? Rata-rata Rp 250 sampai Rp 300. Seandainya per hari bisa menghasilkan 100 klik saja, penghasilan anda bisa sampai Rp 25.000,- / hari. Lumayan nih. Coba kalau sebulan, rata-rata Rp 750.000,- ya? Tapi jangan ngiler dulu, tentunya untuk mendapatkan penghasilan seperti ini bukan langkah yang mudah. Selalu ada perjuangan di balik penghasilan (he he he). Syarat utamanya memang blog kita harus menarik & bermanfaat bagi orang lain, sehingga dengan konten/artikel yang asyik dan menarik ini diharapkan mampu meraih jumlah pengunjung yang banyak pula, yang ujung-ujungnya banyak orang yang nge-klik iklan kita. Dan ujung-ujungnya masalah duit juga :D.

Kembali ke topik awal, sebagai informasi saja, hari tadi saya mencoba mendaftar di kedua layanan iklan tersebut. Registrasi sebagai penerbit sekaligus pemasang iklan. Sebenarnya penasaran saja, seberapa besar sih efektifitasnya untuk mendapatkan trafik bagus dari iklan yang kita pasang. Dan juga turut meng-apresiasi hal-hal yang sangat positif terhadap karya & kreatifitas anak bangsa (wah..sok bijaksana! :).

Tapi, saya salut dengan adanya kedua layanan iklan ini. Walaupun idenya bukan hal yang baru dan orisinil lagi, tapi mudah-mudahan banyak membawa kemanfaatan untuk kita blogger indonesia yang lagi senang & getol nge-blog atau pun mulai terjangkit virus nge-blog.

Salam nge-blog... !!!

Anda berada di kota atau di desa dan ingin koneksi internet murah meriah? Bagaimana caranya? Umumnya, internet yang masuk desa dan murah adalah dengan memakai telkom instan. Tetapi ternyata telkom instan tidak murah kalau kita termasuk golongan pecandu blog (internet addict) yang online berjam-jam setiap hari. Contohnya, waktu saya pertama pulang kampung setelah selesai studi di India, tagihan rekening telkom instan pada bulan kedua mencapai 2 (dua) juta rupiah. Kira-kira sama dengan gaji sebulan guru SD. Setelah tanya sana sini, akhirnya saya temukan jawabnya. Dengan jam online yang lebih lama dari saat saya memakai telkom instan, tagihan perbulan berkisar antara Rp. 100.000 sampai 300.000. Kecepatan lebih lumayan dari Telkom Instan. Apa itu?

Jawabnya, kartu Starone pascabayar (produk Indosat).

Piranti yang diperlukan sbb:

1. Anda tentu saja harus punya laptop atau PC. Laptop lebih dianjurkan.

2. Beli modem CDMA atau dikenal juga dengan PCMCIA.

Modem CDMA PCMCIA fatih syuhudAwalnya saya beli modem PCMCIA / CDMA yang pipih (lihat gambar) yang dibisa dimasukkan ke laptop. Harganya Rp. 700.000. Dapat sekitar empat bulan, sinyalnya melemah. Akhirnya saya beli lagi modem CDMA / PCMCIA jenis USB (lihat gambar) seharga Rp. 800.000. Dan ternyata yang USB ini jauh lebih kuat.

3. Langganan kartu Starone Indosat pascabayar. Kartu ini dijual hanya di Plasa Indosat di kota Anda. Di kawasan Malang, hanya dijual di Plasa Malang kota. Setelah daftar, Anda mesti tunggu sekitar antara tiga sampai tujuh hari karena pihak Indosat akan melakukan survei dulu ke rumah Anda. Khusus untuk kasus saya, karena USB Modem CDMA PCMCIA Indonesia bloggermanajer Indosat Malang saya kenal kenal baik, alhamdulillah nomor langsung aktif pada hari saya mendaftar.

Cara Pemasangan:

Setelah kartu Starone pascabayar di tangan, maka Anda perlu install software dari modem pcmcia cdma yang Anda beli. Cara praktis adalah dengan meminta penjual modem cdma itu menginstall di laptop / pc Anda. Itu yang saya lakukan karena saya tak mau repot-repot. Jadi, jangan beli modem sebelum punya kartunya.

Di mana Beli Modem CDMA PCMCIA?

Untuk kawasan kota Malang dan sekitarnya, Anda bisa beli di toko Pahala Computer Jl. Slamet Riyadi 76A2 Malang Telp (0341) 358742. Ini toko langganan saya (Chinese) kalau menservis laptop.

Catatan Penting:

Saya tinggal di jauh dari kawasan kota, sekitar 30 km selatan kota Malang. Untuk memperkuat sinyal, saya menambah antenna penguat sinyal (signal booster). Kalau Anda berlokasi mirip dengan saya, cara ini bisa dicoba.

begini maksudnya..saya mau pasang internet di laptopku..supaya aku bisa
pakai di mana aja dan kapan aku mau, tapi kalai mengunakan Hp GSM mahalnya
minta ampun,ada yang bisa memberikan solusi?

pasangin sekalian yha. enaknya pakai apa yang murah.

Terima kasih..
Santos
081366675562




Dear Mas santos,

Untuk problem mas yang butuh internet mobile, ada dua opsi

- Mas bisa pakai produk mobile internet dari provider selular.
Telkomsel=telkomsel flash, XL=lupa namanya, Indosat = kerjasama dengan
Indosat Mega Media (IM2). Mereka pakai USB 3G modem. Jadi tinggal colok ke
laptop, install driver untuk modemnya, udah beres. Kalau bisa dapet jaringan
3G / HSDPA speednya kenceng. Kalau gak dapet jaringan 3G, bisa otomatis
switch ke GPRS. Ada yang menawarkan paket quota, ada yang time based.
Masalah harga cek aja ke masing-masing provider.

- Mas beli laptop yang didalamnya ada slot buat SIM CARD. Mas
langganan layanan 3G dari provider (kalo yang teman saya pakai dari IM2,
dikasih kartu baru khusus buat data bukan buat telepon). Jadi laptop mas
bisa langsung konek dengan jaringan selullar 3G, tanpa perlu nancepin apa2
lagi. Jadi ketika laptop masuk k etas, masih tetep konek dengan jaringan 3G.

Semoga bisa membantu

Wardhana

hp : +62-8888408856



To Mas Santos,

Sekedar menambahkan saja dari Mas Andrew Wardhana.

Untuk area yang sudah tercover dengan jaringan 3G/HSDPA memang nikmat, bisa dapat akses cepat. Modem bisa pake yang model USB atau PCMCIA, lebih praktis yang PCMCIA memang. Enaknya modem USB (koneksi via USB) bisa dipakai juga untuk PC.

Untuk masalah mahal/murahnya tarif tergantung kebutuhan Mas. Sekedar browsing, chatting atau email, menurut saya lebih hemat dengan paket quota (volume based). Tapi kalau sering download, lebih ideal dengan time based. Berhubung area atau lokasi saya belum ter-cover jaringan 3G/HSDPA, otomatis kita pakai koneksi GPRS. Bisa ambil paketnya XL Xplore unlimited, kalo gak salah Rp 330.000,- per bulan atau pake IM3 dengan tarif Rp 1,- per KB nya.

Mungkin ini bisa membantu. Terima kasih.

Salam,

Ono Karsono
Blog : http://ono-karsono. blogspot. com